Belajar Bahasa Arab tentunya tidak akan pernah lepas dari
yang namanya ilmu nahwu…
Sebagai mana yang telah diketahui oleh banyak para santri
bahwa diantara pembahasan dalam ilmu nahwu di bagi menjadi tiga yaitu : Isim,Fi’il
dan Huruf. Tapi oleh sebagian ulama’ Ahlul Isyarah Isim itu di artikan dengan Aqwal yang atinya adalah ucapan, sedangkan Fi’il di artikan dengan arti yang di
miliki Lafdz Fi’il itu sendiri yaitu pekerjaan, dan Huruf itu di
artikan Lafdz Ahwal yang artinya adalah Keadaan.
1. ISIM
Sebagaimana banyak diketahui oleh para santri bahwa
penyebutan istilah tersebut dalam ilmu Nahwu yang pertama adalah Isim. Ulama’
Ahli Isyarah memeberikan arti sebagai
mana keterangan di atas bawa ISIM ( Aqwal ) di sebut pertama kali, hal
ini ada kaitannya dengan wahyu yang pertama diturunkan oleh allah kepada nabi Muhammad saw. Yaitu lafadz
IQra’ yang atinya adalah membaca,
tentunya ketika seseorang banyak membaca maka dapat di pastikan banyak pula ILMU
yang dimiliknya.
2. FI’IL
Kemudian penyebutan yang kedua yaitu FI’IL yang oleh
sebagian Ahli Isyaroh di artikan sebagai pekerjaan ( AMAL ) daalam artian
Ketika seseorang sudah memiliki Ilmu (
dalam konteks Ulama’ nahwu adalah ISIM), maka di tuntut untuk mengerjakan (
mengamalkan ) ilmu yang telah di dapatkan .
3. HURUF
HURUF sebagai mana telah di ketahui oleh para santri
bahwa Tidak akan sempurna maknanya tanpa bersamaan dengan isim dan fi’il ,
begitu pula AHWAL ( Keadaan ) yang oleh ulama’ Ahli Isyarat di samakan
dengan HURUF tidak akan di dapat Tanpa Ilmu dan Amal. Dalam artian orang yang
beramal sesuai dengan ilmunya maka orang tersebut akan mengetahui keadaan dari
hal tersebut.
Dan semua keterangan di atas selaras dengan Hadits
Rosulullah saw.
"من عمل بما علم ورثه الله علم ما لم يعلم"
Orang yang beramal dengan ilmu yang dimilikinya
maka allah akan memberikan ilmu yang belum penah dia pelajari
Fal
Yataammal...!!
# diambil dari
kitab Talkhisul Ibarat

Tidak ada komentar:
Posting Komentar